Minggu, 15 September 2019

Hubungan Metakognisi dengan Self-Regulated Learning (Kemandirian Belajar)


A.          Hubungan Metakognisi dengan Self-Regulated Learning (Kemandirian Belajar)
Pengaturan Diri dalam belajar atau Self-Regulated Learning disebut juga sebagai Kemandirian Belajar. Self-Regulated Learning atau SRL merupakan strategi pemanfaatan kognisi untuk mengatur perencanaan, monitoring, dan evaluasi kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Menurut Flavell, konsep metakognitif dibagi 2 yaitu:
·        Pengetahuan tentang kognisi (Knowledge about Cognition), atau metacognitive knowledge. Aspek pengetahuan ini mengacu pada pengetahuan individu tentang pemahaman kognitifnya sendiri. Pengentahuan ini berkembang sejalan dengan usai dan pengelaman seseorang. Kesadaran akan kemampuannya ini tidak dapat dijadikan garansi bawha siswa menjadi aktif dan menjadi pembelajar yang memiliki strategi.
·        Regulasi Metakognitif (Metacognitive Regulation). Regulasi ini mengarah pada mekanisme pengaturan diri seperti mengecek, merencanakan, memonitor, mengetes, merevisi dan mengevaluasi dari aktivitas pembelajar atau pemecahan masalah. SRL terjadi ketika pembelajar secara sistemati mengatur perilaku dan kognisinya mencapai tujuan belajar.
Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa aspek yang kedua merupakan SRL dan mempunyai fungsi untuk melakukan mengecek, merencanakan, memonitor, mengetes, merevisi dan mengevaluasi kegiatan belajar atau pemecahan masalah.
Menurut Wolters 1993; Gordon and Braun, 1985 dalam Ajisuksmo 1996, SRL bukan hanyak aspek yang menari dan penting dari metakognisi, tetapi juga merupakan pusat inteligensi. SRL memainkan pernaan dalam banyak macam aktivitas kognitif.
Menurut Browns 1978m berpikir efisien yang ditandai oleh kemampuan mengecek, memonitor dan pengetasn yang realistik dalam definisi inteligensi terbaik. Sebagai contohn, penelintian yang dilakukan oleh Borkowski dan Turner pada tahun 1993. Hasil penelitian tersebut melaporkan cara belajar anak penderita gangguan mental, regular dan berbakat. Dilaporkan terdapat beberapa perbedaan dalam keterampilan metakognisi seperti: membuat keputusan diantara tiga macam anak-anak tersebut. Anak dengan gangguan mental tidak memiliki strategi yang sophiscated dan aktivitas pengaturan dalam prosesn belajar mereka. Sedangkan anak berbakat merelasisaikan ektevitas dari strategi dan menerapkan secara cepat dan juga mereka memodifikasi strategi berhadapan perubahan tuntutan tugas.
Menurut penelitian Kluve pada tahun 1987, perebedaan umur memengaruhi aktivitas regulasi. Anak-anak lebih muda terlihat menerapkan banyak strategi seperti anak-anak yang lebih tau. Namun, anak -anak lebih tua menggunakan operasi analisis dan membangun model secara lebih disbanding apa yang dikerjakan oleh yang lebih muda. Strategi belajar merupakan berbagai oeprasi mental yang digunakan memfasilitasi belajarnya.


B.           Pengaturan Diri dalam Belajar (Self-Regulated Learning/SRL)
Sebelum SRL diuraikan, ada pengaturan diri dalam tingkah laku yang perlu untuk diuraikan.
1.      Pengaturan Diri dalam Tingkah Laku
Franken menjelaskan para peneliti membuktikan intenions atau niat yang baik saja tidak cukup untuk mewujudkan tingkah laku. Niat yang baik harus diterjemahkan menjadi tindakan yaitu suatu proses yang tergantung pada pengealan kekuatan biologi pada satu sisi dan kekuatan belajar serta kognisi pada sisi yang lain. Teori pengaturan diri ini berasal dari teori kognisi social etentang tingkah laku.
Menurut Bandura, pengaturan diri meliputi 3 proses yaitu:
1)      Observasi diri. Sebelum mengubah tingkah laku pada diri, seorang individu harus menyadari tingkah lakunya terlebih dahulu. Kegiatan dalam hal ini yaitu memantau atau memonitor tingkah laku dirinya. Semakin sistematis individu memantau tingkah lakunya, maka semakin cepat individu sadar apa yang telah dilakukannya.
2)      Evaluasi diri. Setelah dilakukan observasi diri, selanjutnya adalah menentukan apakah tindakan yang dilakukan sesuai dengan standar pribadi individu tersebut. Standar ini berasal dari informasi yang diperoleh dari orang lain.
3)      Reaksi Diri. Ketika seseorang berhasil melakukan sesuatu, maka akan merasakan kepuasan dan sebaliknya. Reaksi ini dapat mengarahkan seorang individu untuk menetapkan tujuan yang lebih tinggi atau mengganti tujuan.
2.      Pengaturan Diri dalam Belajar menurut Pintrich dan DeGroot
Pintrich dan de Groot menjelaskan ada 3 komponen penting yang berkaitan dengan kegiatan belajar. Ketiga komponen tersebut adalah sebagai berikut:
1)      Strategi metakognisi individu untuk merencanakan, memantau dan memodifikasi kognisi mereka.
2)      Cara individu mengelola dan mengontrol usaha mereka dalam tugas-tugas akademik. Contohnya siswa yang tidak menyerah dan mampu menghindari gangguan, akan memungkinkan berprestasi lebih baik karena mempertahankan dorongan tugas-tugas tersebut.
3)      Strategi kognisi secara nyata digunakan individup untuk belajar, mengingat dan memahami. Startegi kognisi yang lebih baik seperti mengulang, mengelaborasi, dan mengorganisasikan materi ternyata membantu mendorong kegiatan kognisi dan menghasilkan prestasi yang lebih tinggi.
Hasil penelitian Paris, Lipson dan Wixson (1983), Pintrich (1989), Pintrich, Cross, Kozma, dan McKeachie (1986) menunjukkan pengetahuan mengenai strategi kognisi dan metakognisi tidak cukup untuk meningkatkan prestasi akademi, tetapi individu harus termotivasi untu menggunakan strategi.
3.      Pengaturan Diri dalam Belajar Menurut Zimmerman
Menurut Zimmerman, seorang individup menggunakan SRL bila individu tersebut memiliki strategi untuk mengaktifkan emtakognisi, motivasi dan tingkah laku dalam proses belajar. Dalam definisi Zimmerman, dapat diasumsikan pentingnya 3 elemen berikut:
1)      Strategi SRL merupakan tindakan dan proses yang diarahkan untuk menguasai informasi atau keterampilan yang meliputi cara, tujuan dan persepsi siswa yang bersifat instrumental. Strategi-strategi tersebut memanfaatkan metode-metode seperti mengatur dan mengubah informasi, self-consequating, pengulangan infomrasi serta penggunaan bantuan memori.
2)      Self-efficacy atau kemampuan diri mengacu pada kemampuan seseorang dalam mengatur dan melakukan tindakan yang dibutuhkan guna meraih kinerja keterampilan yang telah direnanakn untunk tugas-tugas tertentu.
3)      Tujuan-tujuan akademi, speerti nilai-nilai sosial, dan kesempatan kerja setelah lulus.
Dari elemen-elemen ini membuat seorang individup disebut self-regulated ketika individu tersebut tahu tujuan akademisnya dan persepsi atas kemampunya sendiri.
Selanjutnya Zimmerman menjelaskan dalam proses SRL terdapat tiga hal yang berpengaruh secara timbal balik yaitu, personal, lingkungan dan tingkah laku. Meski disebut berpengaruh secara timbal balik, tetapi tidak selalu simetris. Dalam suatu konteks pengaruh lingkungan dapat lebih kuat disbanding pengaruh lainnya.
4.      Pengaturan Diri dalam Belajar Menurut Vermunt.
Menurut Vermunt ada empat komponen penting dalam SRL:
1)      Strategi pemrosesan kognisi. Strategi ini merupakan aktivitas berpiki yang digunakan individu  untuk memroses isi materi yang dipelajari dan untuk mencapai tujuan belajar. Aktivitas berpikir tersebut diaragkan untuk mencapai hasil belajar.
2)      Strategi mengatur metakognisi yang diarahkan pada strategi pengaturan belajar. Strategi ini diarahkan demikian agar terwujudnya kondisi suatu tujuan belajar dapat tercapai, sehingga tidak diarahkan secara langsung pada hasil belajar.
3)      Model belajar secara mental. Model ini merupakan konsepsi yang utuh menyeluruh atau konsepsi dan miskonsepsi mengenai proses-proses belajar. Hal ini melibatkan konsepsi mengenai belajar, kegiatan-kegiatan berpikir, konsepsi mengenai diri sendiri, konsepsi mengenai tujuan-tujuan belajar, konsepsi mengeai belajar pada umumnya dan konsepsi mengenaipembagian tugas antara diri sendiri dan orang lain dalam proses belajar.
4)      Orientasi belajar merujuk kepada seluruh aspek atau ranah dari tujuan-utujuan pribadi yang ingin dicapai, niat, sikap, kekhawatiran individu yang berkaitan dengan kegiatan belajar.
Kajian Vermunt dalam penelitiannya mempunyai tiga tujuan:
1)      Untuk meningkatkan integrase konseptualisasi komponen-komponen belajar individu dan mengkaitkan aspek-aspek emtakognisi belajar seorang individu dengan strategi pemrosesan kognisi dan motivasi
2)      Untuk memperoleh pemahaman gejala atau fenomena pengaturan belajar
3)      Menguji stabilitas dari model belajar secara mental
5.      Pengaturan Diri dalam Belajar Menurut Purdie, Hattie, Douglas
Penelitian oleh Purdie dkk. tentang perbedaan konsepsi siswa SMP Australia dan Jepang dalam hal belajar dan SRL, menunjukkan bahwa walaupun terdapat perbedaan dalam konsepsi belajar namun strategi dalam konteks belajar yang digunakan siswa kedua negara tersebut sama. Siswa yang menggunakan SRL ternyata memiliki kemampuan untuk mengevaluasi kemajuan mereka untuk mencapai tujuan yang mereka tetapkan dan mengevaluasi tingkah laku sesuai hasil evaluasi yang telah dilakukan. Pembelajar tersebut menghasilkan dan mengarahkan pengalaman belajar mereka sendiri daripada bertidaksebagai respon atas control eksternal. Mereka memiliki inisiatif sendiri dengan menjalankan pilihan pribadi dan mengontrol cara yang dinginkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sendiri.
Model SRL menyatakan, faktor individu, lingkungan, dan tingkah laku merupakan faktor yang terpisah namun saling tergantung pada waktu siswa mengerjakan tugas akademik. Mengenai faktor individu yang memengaruhi belajar, teori social kognisi menekankan pada keyakinan akan kemampuan diri siswa. Keyakinan ini akan mempunyai pengaruh yang potensial terhadap penggunaan SRL dan sangat tergantung pada konsepsi belajar siswa. Sedangkan bagiaman seorang siswa memberikan makna pada kegiatan belajar dipengaruhi oleh lingkungan proses belajar.

Senin, 05 Agustus 2019

PENALARAN

Di bawah ini merupakan tugas kelompok saya bersama teman kelompok ketika melakukan presentasi pelajaran Bahasa Indonesia


Jumat, 02 Agustus 2019

Pengantar Aplikasi Komputer 2 | Psikologi | Universitas Gunadarma

Di bawah ini merupakan soal Ujian Akhir Semester ATA 2017/2018 mata kuliah Pengantar Aplikasi Komputer 2 Jurusan Psikologi Universita Gunadarma

Semoga membantu teman-teman dalam belajar menghadapi ujian akhir :)) hanya sebagai referensi soal yaa.

mohon maaf ada perubahan jawaban, 
No. 14 B
No. 38 B
jika terdapat jawaban yang berbeda, bisa komentar di bawah yaa, biar di koreksi bersama karena kesempurnaan hanya milik Tuhan :))

terima kasih.....









Rabu, 31 Juli 2019

Soal Ujian Utama Psikologi Pendidikan | Psikologi | Universitas Gunadarma

Di bawah ini merupakan soal Ujian Utama Psikologi Pendidikan Tahun 2018, Universitas Gunadarma.
Semoga bisa membantu teman-teman dalam belajar menghadapi ujian dan sebagai referensi soal dalam ujian utama. :))

Maaf juga kalo cuma screen shoot'an karena males lagi ngetiknya, banyak banget soal sampe 80 hehehe :))
Jika kalian mengoreksi jawaban dan ternyata terdapat perbedaan jawaban dengan saya, bisa komen di kolom komentar yaa.... biar bisa di koreksi sama-sama :))
















Jawaban
1.B
2 a
3 D
4 D
5 A
6 C
7 C
8 a
9 B
10 A
11 C
12 A
13 D
14 D
15 A
16 B
17 D
18 B
19 A
20 a
21 b 
22 C
23 C
24 B
25 A
26 B
27 A
28 b
29 B
30 A
31 d
32 d
33 c 
34 b 
35 a
36 b 
37 a
38 a
39 b
40 a
41 b 
42 d
43 b
44 c
45 b
46 c
47 c
48 c
49 a
50 c
51 b
52 a
53 c
54 c 
55 d
56 d
57 a
58 b
59 b
60 b
61 b 
62 d
63 B
64 a
65 d 
66 A
67 c 
68 C
69 D
70 A
71 C 
72 A
73 c
74 a
75 C
76  d
77 B
78 a
79 D
80 A


Senin, 22 Juli 2019

Latihan Soal UU Pendidikan Pancasila | Psikologi | Universitas Gunadarma


Di bawah ini adalah soal-soal latihan mata kuliah Pendidikan Pancasila dan UU pendidikan pancasila, silahkan di klik link di bawah

Soal latihan Pendidikan Pancasila
Soal UU Pendidikan Pancasila 23 September 2018 UU Pendidikan Pancasila ATA 2017/2018


Di bawah ini merupakan Soal Ujian Utama Pendidikan Pancasila Tahun 2018.
Maaf untuk no 77-84 foto soal tidak begitu jelas, klo memang masih bisa sedikit di lihat bisa d zoom :))






























Materi LSP Gunadarma-Mengaplikasikan Keterampilan Dasar Komunikasi

Dibawah ini adalah materi mengaplikasikan keterampilan dasar komunikasi ketika saya mengikuti kegiatan LSP di Universitas Gunadarma.

Materi LSP semester 1, Silahkan klik Mengaplikasikan Keteramilan Dasar Komunikasi untuk melihat materinya.




Rabu, 20 Maret 2019

Ilmu Alamiah Dasar (IAD)




MATEMATIKA dan ILMU ALAMIAH DASAR



Disusun oleh:
Fienda Khoridah Afifah
NPM : 12518714





UNIVERSITAS GUNADARMA
PSIKOLOGI
2019


---------------------------------------------------------------------------------------------------------


1. Jelaskan Pengertian Ilmu Alamiah Dasar (IAD)

Pengertian Ilmu Alamiah Dasar


Ø        -. Ilmu alam    = Ilmu Pengetahuan Alam

                                             = Natural Science

                                             = Science

                                             = Sains

         -. Mengkaji gejala alam semesta sehingga terbentuk konsep dan prinsip


Ø   Ilmu Alamiah Dasar

-. Pengetahuan tentang konsep-konsep dasar yang ada dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Teknologi

         -. Bukan suatu disiplin ilmu


Ø  Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science) merupakan pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

 

Pengertian Ilmu Alamiah Dasar

Ditujukan kepada mahasiswa yang belajar di bidang sosial budaya, agar

-.          memiliki pandangan yang lebih luas dalam bidang IPA

-.          mampu mendekati persoalan pengetahuan alam dengan penalaran yang lebih komprehensif

-.          memperoleh dan memahami pengetahuan yang ada dan termasuk dalam bidang Pengetahuan Alam dan Teknologi



2. Jelaskan dan berikan contoh dari Mitos, Legenda, dan Cerita rakyat

A. Mitos
Dalam KBBI, Mitos adalah cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dahulu, mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa tersebut mengandung arti mendalam yang diungkapkan dengan cara gaib.

Mitos (bahasa Yunaniμῦθος— mythos) atau mite (bahasa Belandamythe) adalah bagian dari suatu folklor yang berupa kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta (seperti penciptaan dunia dan keberadaan makhluk di dalamnya), serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional. Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta dan bentuk topografi, keadaan dunia dan para makhluk penghuninya, deskripsi tentang para makhluk mitologis, dan sebagainya. Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual. Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas.

Mitos merupakan cerita yang dibuat-buat, yang ada kaitannya dengan apa yang terdapat di alam. Pada masa lalu, mitos dapat diterima dan diyakini kebenarannya, karena :
• Keterbatasan pengetahuan
• Keterbatasan penalaran manusia
• Hasrat ingin tahunya terpenuhi.

Contoh Mitos :

·    Gunung api meletus hebat dikaitkan dengan dewa sakti murka,

·    Gempa bumi terjadi karena Atlas memindahkan bumi dari satu bahu ke bahu lain,

·    Gerhana bulan terjadi karena bulan dimakan raksasa,

·    Bunyi guntur ditimbulkan oleh roda kereta yang dikendarai dewa melintasi langit,


B. Legenda
Legenda (bahasa Latinlegere) adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor.
 Menurut Buku Sari Kata Bahasa Indonesia, Legenda adalah cerita rakyat zaman dahulu yang berkaitan dengan peristiwa dan asal usul terjadinya suatu tempat.
Menurut Pudentia, legenda adalah cerita yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite (mitos).
Dalam KBBI 2005, legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah.
Menurut Emeis, legenda adalah cerita kuno yang setengah berdasarkan sejarah dan yang setengah lagi berdasarkan angan-angan.
Menurut William R. Bascom, legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mitos, yaitu dianggap benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci.
Menurut Hooykaas, legenda adalah dongeng tentang hal-hal yang berdasarkan sejarah yang mengandung sesuatu hal yang ajaib atau kejadian yang menandakan kesaktian.

Contoh Legenda:
·         Legenda Sangkuriang
·         Legenda Batu Menangis
·         Legenda Danau Toba
·         Legenda Lutung Kasarung
·         Legenda Kapitan Pattimura
·         Legenda Pulau Giliraja

C. Cerita rakyat
Cerita rakyat adalah cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat pada masa lampau yang menjadi ciri khas setiap bangsa yang memiliki kultur budaya dan sejarah yang dimiliki masing-masing bangsa. Cerita rakyat pada umumnya mengisahkan tentang suatu kejadian pada masa lampau di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya, yaitu dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa.

Contoh cerita rakyat:
Ø  Bawang Merah & Bawang Putih
Ø  Sangkuriang (Gunung Tangkuban Perahu)
Ø  Cinderalas dari Jawa Timur
Ø  Malin Kundang dari Sumatera Barat
Ø  Si Pitung dari Betawi
Ø  Asal Mula Selat Bali


3. A. Cara mendapatkan pengetahuan yang ilmiah dan pengetahuan yang tidak ilmiah

Ø  Pengetahuan yang ilmiah

Metode  ILMIAH :
1.     Cara logis untuk memecahkan masalah tertentu
2.     Cara atau prosedur dalam memperoleh pengetahuan ilmiah
3.     Menggabungkan cara berpikir deduktif dan induktif yang menghasilkan pengetahuan yang rasional dan teruji

Pengetahuan ILMIAH :
Syarat :
1.     OBYEKTIF, sesuai dengan obyeknya, dibuktikan dengan hasil penginderaan, empiris.
2.     METODIK, menggunakan cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol.
3.     SISTEMATIK, tersusun dalam suatu sistem, saling berkaitan, saling menjelaskan menjadi sauatu kesatuan yang utuh
4.     UNIVERSAL, berlaku umum, dengan eksperimentasi yang sama akan diperoleh hasil yang sama (Konsisten)

Kriteria metode ilmiah :
·         Berdasarkan fakta
·         Bebas dari prasangka
·         Menggunakan prinsip-prinsip analisa
·         Menggunakan hipotesis
·         Menggunakan ukuran obyektif
·         Menggunakan teknik kuantitatif

Langkah Operasional Metode Ilmiah
·         Penentuan Masalah
·         Perumusan Kerangka Masalah
·         Pengajuan Hipotesis
·         Deduksi dari Hipotesis
·         Pengujian Hipotesis
·         Penerimaan Hipotesis menjadi Teori


Ø  Pengetahuan tidak ilmiah

Metode NON-ILMIAH :
1.     Prasangka : Anggapan benar, Kesimpulan berdasarkan perasaan
2.     Intuisi : Pendapat dari pengetahuan terdahulu, melalui proses yang tidak disadari, tidak analitis dan tidak berdasarkan pola pikir tertentu
3.     Trial and Error : Coba-coba ATAU untung-untungan

Pengetahuan NON-ILMIAH :
            Pengetahuan yang diperoleh melalui prasangka, intuisi atau trial and error.


B. Kekurangan dan Kelebihannya

Ø  Kekurangan Metode Ilmiah

    Data yang digunakan untuk mengambil kesimpulan ilmiah berasal dari pengamatan

    Panca indera mempunyai keterbatasan kemampuan menangkap suatu fakta


Ø  Kelebihan Metode Ilmiah

    Ilmu pengetahuan yang dihasilkan mempunyai sifat obyektif, metodik, sistematis dan universal

    Membimbing pada sikap ilmiah yang terpuji

   Cinta kebenaran yang obyektif, bersikap adil

   Sadar bahwa kebenaran ilmu tidak absolut

   Tidak percaya tahayul atau untung-untungan

   Ingin tahu lebih banyak

   Tidak berpikir secar prasangka, tetapi terbuka atau obyektif dan toleran

   Tidak percaya begitu saja pada suatu kesimpulan tanpa ada bukti yang nyata


   Selalu optimis, teliti dan berani membuat suatu pernyataan yang menurut keyakinan ilmunya adalah benar



4. A. Jelaskan pengertian alam semesta dari Mikrokosmos dan Makrokosmos

Pengertian alam semesta mencakup mikrokosmos dan makrokosmos.
Ø  Mikrokosmos : mempelajari benda-benda yang berukuran sangat kecil: atom, elektron, sel, dsb.
Ø  Makrokosmos : mempelajari benda-benda yang berukuran sangat besar : bintang, planet, galaksi, dsb.


B. Pengertian dari Bintang, Komet, Meteor, Matahari, Asteroid, Planet

Bintang
Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Terdapat bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah bintang yang tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Secara umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata).

Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong, parabolis, atau hiperbolis.
Istilah "komet" berasal dari bahasa Yunani, kometes (κομήτης) yang berarti "rambut panjang". Istilah lainnya adalah bintang berekor yang  tidak tepat karena komet sama sekali bukan bintang. Orang Jawa menyebutnya sebagai lintang kemukus karena memiliki ekor mirip 'kukus' atau berdebu. Di samping itu, ekornya juga mirip buah kemukus yang dikeringkan.
Komet terbentuk dari es dan debu. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari Matahari. Ketika mendekati Matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga mengelilingi Matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda. Panjang "ekor" komet dapat mencapai jutaan km. Beberapa komet menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet. Beberapa komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit Matahari.
Komet dapat dilihat ketika masih jauh dari matahari, bagian yang pertama kali dilihat adalah inti komet. Komet merupakan benda angkasa yang mirip asteroid, tetapi hampir seluruhnya terbentuk dari gas (karbon dioksida, metana, air) dan debu yang membeku.
Komet sering juga disebut dengan bintang berekor. Komet memiliki orbit atau lintasan yang berbentuk elips, lebih lonjong dan panjang daripada orbit planet. Komet merupakan benda angkasa seperti lapisan batu yang terlihat mempunyai cahaya dikarenakan adanya gesekan-gesekan atom-atom di udara.

Meteor 
Meteor adalah lintasan cahaya terang di langit yang terjadi karena pecahan meteoroid masuk ke atmosfer Bumi. Meteor habis terbakar sebelum mencapai permukaan Bumi. Pecahan meteoroid bergerak cepat dari angkasa luar menembus atmosfer Bumi. Ketika memasuki atmosfer Bumi, meteoroid mengalami tekanan yang menghasilkan panas. Panas yang sangat tinggi menghasilkan pijaran sangat terang dan berkilauan. Dari Bumi, pijaran itu tampak seperti bintang jatuh.

Matahari
            Matahari merupakan pusat dari tata surya. Matahari memiliki gravitasi yang besar hingga menyebabkan anggota tata surya beredar mengelilingi matahari. Matahari adalah bulatan gas dengan diameter 1,4 x 106 km dengan temperatur permukaan sekitar 6.000 K. Semakin mendekati inti matahari maka temperatur matahari akan semakin meningkat. Matahari memiliki ukuran sebesar 332.830 massa bumi. Dengan memiliki ukuran massa yang besar ini, menimbulkan kepadatan inti yang besar agar bisa mendukung kesinambungan fusi nuklir dan menimbulkan sejumlah energi yang dahsyat. Lapisan-lapisan Matahari terdiri dari bagian inti yang merupakan lapisan paling dalam matahari, fotosfer, kromosfer, dan korona yang menjadi lapisan terluar Matahari.

Asteroid
Asteroid adalah benda angkasa yang berupa pecahan kecil-kecil dan bergerak mengelilingi matahari. Pecahan kecil-kecil itu berupa batu dengan bentuk yang tidak beraturan. Asteroid disebut juga planet kecil atau planetoid. Ahli astronomi memperkirakan ada jutaan asteroid di angkasa. Dari data yang ada, diperkirakan asteroid dengan diameter lebih dari 1 km berjumlah total antara 1,1 hingga 1,9 juta.

Planet
Planet adalah benda angkasa yang tidak memancarkan cahaya sendiri dan beredar mengelilingi matahari.


C. Jelaskan terbentuknya Planet dan Bumi

Bumi adalah planet tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isinya. Sebagai tempat tinggal makhluk hidup, bumi tersusun atas beberapa lapisan bumi, bahan-bahan material pembentuk bumi, dan seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Bentuk permukaan bumi berbeda-beda, mulai dari daratan, lautan, pegunungan, perbukitan, danau, lembah, dan sebagainya. Bumi sebagai salah satu planet yang termasuk dalam sistem tata surya di alam semesta ini tidak diam seperti apa yang kita perkirakan selama ini, melainkan bumi melakukan perputaran pada porosnya (rotasi) dan bergerak mengelilingi matahari (revolusi) sebagai pusat sistem tata surya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya siang malam dan pasang surut air laut. Oleh karena itu, proses terbentuknya bumi tidak terlepas dari proses terbentuknya tata surya kita.

Setelah memahaminya, inilah teori proses pembentukan bumi dari beberapa teori:

Ø  Theory Big bang
Teori ini adalah yang paling terkenal diantara teori yang lainnya. Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran yang dilakukannya tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.
Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Perubahan di bumi disebabkan oleh perubahan iklim dan cuaca.
Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:
1.  Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan atau perbedaan unsur.
2.  Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.
3.  Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel luar, dan kerak bumi.

Ø  Teori Kabut Kant-Laplace
Teori Kabut ( Nebula ) dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere de Laplace dan dikenal dengan nama Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.

Ø  Teori Planetesimal
Seabad sesudah teori kabut tersebut, muncul teori Planetesimal yang dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Teori ini mengungkapkan bahwa pada mulanya telah terdapat matahari asal. Pada suatu ketika, matahari asal ini didekati oleh sebuah bintang besar, yang menyebabkan terjadinya penarikan pada bagian matahari. Akibat tenaga penarikan matahari asal tadi, terjadilah ledakan-ledakan yang hebat. Gas yang meledak ini keluar dari atmosfer matahari, kemudian mengembun dan membeku sebagai benda-benda yang padat, dan disebut planetesimal. Planetesimal ini dalam perkembangannya menjadi planet-planet, dan salah satunya adalah planet Bumi kita.
Pada dasarnya, proses-proses teoritis terjadinya planet-planet dan bumi, dimulai daribenda berbentuk gas yang bersuhu sangat panas. Kemudian karena proses waktu dan perputaran (pusingan) cepat, maka terjadi pendinginan yang menyebabkan pemadatan (pada bagian luar). Adapaun tubuh Bumi bagian dalam masih bersuhu tinggi.


Ø  Teori Pasang Surut Gas
Teori ini dikemukakan leh jeans dan Jeffreys, yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari mendekati matahari, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-guung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari tadi dan merentang kearah bintang besar itu.

Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan berjalan relatif lebih cepat.

Sementara pendinginan berlangsung, planet-planet itu masih mengelilingi matahari pada orbit berbentuk elips, sehingga besar kemungkinan pada suatu ketika meraka akan mendekati matahari dalam jarak yang pendek. Akibat kekuatan penarikan matahari, maka akan terjadi pasang surut pada tubuh-tubuh planet yang baru lahir itu. Matahari akan menarik kolom-kolom materi dari planet-planet, sehingga lahirlah bulan-bulan (satelit-satelit) yang berputar mengelilingi planet-planet. peranan yang dipegang matahari dalam membentuk bulan-bulan ini pada prinsipnya sama dengan peranan bintang besar dalam membentuk planet-planet, seperti telah dibicarakan di atas.

Ø   Teori Bintang Kembar
Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak. Bintang yang tidak meledak itu adalah matahari, sedangkan pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.







Daftar Pustaka


Soal UAS Psikoterapi PTA 2021/2022 | Universitas Gunadarma

Di bawah ini adalah soal UAS Psikoterapi PTA 2021/2022, yang dilaksanakan pada tanggal 9 februari 2022. Untuk referensi teman-teman dalam me...