Sabtu, 09 Mei 2020

Manajemen Identitas dalam Dunia Maya

Pada jaman sekarang teknologi komunikasi berkembang sangat pesat sehingga muncul lah istilah dunia maya. Dunia maya itu adalah dunia yang tidak sebenarnya, dunia ini merupakan tempat dimana untuk berinteraksi langsung secara online. Dengan adanya dunia maya ini memunculkan keragaman penggunaan maupun gambaran identitas penggunanya. Dalam dunia maya banyak orang mempertimbangkan penampilan diri mereka dengan sebaik-baiknya agar menarik banyak orang untuk berinteraksi dengan mereka. Di dunia maya biasanya identitas diri seseorang dibuat berdasarkan penilaian diri mereka di dunia nyata. Hal itu yang membuat banyak orang bisa mengembangkan dirinya dengan sebaik mungkin saat berselancar di dunia maya. Sebelum lanjut kepembahasan berikutnya ada baiknya kita memahami apa itu definisi dari identitas dan dunia maya.
Kata identitas diambil dari bahasa latin yaitu idem yang berarti “serupa”. Hal tersebut merupakan dasar dari pengaturan kepribadian. Identitas adalah kesadaran diri, seperti diambil dari pendapat dan pengamatan diri. Identitas merupakan pengumpulan dari semua gambaran diri dalam mengatur keseluruhan, tidak hanya dengan kepandaian bergaul dengan siapapun, objek sifat, dan peran. Identitas berbeda dengan konsep diri, didalamnya terdapat kenyataan terhadap perasaan dari orang lain. Identitas menyatakan kesadaran dari seseorang sebagai seorang individu (Stuart&Laraia, 2005).
Identitas, merupakan sebuah hal yang penting di dalam suatu masyarakat yang memiliki banyak anggota. Identitas membuat suatu gambaran mengenai seseorang, melalui; penampilan fisik, ciri ras, warna kulit, bahasa yang digunakan, penilaian diri, dan faktor persepsi yang lain, yang semuanya digunakan dalam mengkonstruksi identitas budaya. Identitas menurut Klap (Berger, 2010: 125) meliputi segala hal pada seseorang yang dapat menyatakan secara sah dan dapat dipercaya tentang dirinya sendiri statusnya, nama, kepribadian, dan masa lalunya (dalam Ayun, 2015).
Dunia maya atau cyberspace adalah sebuah dunia komunikasi berbasis komputer yang menawarkan realitas yang baru berbentuk virtual (tidak langsung dan tidak nyata). Walaupun dilakukan secara virtual, kita dapat merasa seolah-olah ada di tempat tersebut dan melakukan hal-hal yang dilakukan secara nyata. Dunia maya (cyberspace) juga dapat diartikan sebagai suatu Imaginary Location (tempat aktivitas elektronik dilakukan) dan juga menjadi sebuah massy virtual yang terbentuk melalui komunikasi yang terjalin dalam sebuah jaringan komputar (interconnected computer networks).
Identitas maya atau identitas daring adalah sebuah identitas sosial yang dipakai oleh seorang pengguna Internet di komunitas maya dan situs web. Meskipun beberapa orang memilih untuk memakai nama mereka yang sebenarnya di dunia maya, beberapa pengguna Internet memilih untuk menjadi anonim, mengidentifikasikan diri mereka sendiri dengan pseudonim (nama samara).
Apa yang menjadi perbedaan identitas tersebut? Perbedaannya adalah bagaimana cara komunikasi verbal dan non-verbal seseorang di dunia maya dan di dunia nyata. Sebagai contoh kasus yaitu banyaknya keluhan para mahasiswa yang berkenalan di dunia maya, lalu saat pertama bertemu merasa tidak nyaman dan menyesal karena cara komunikasi verbal dan nonverbal yang dilakukan di dunia maya berbeda dengan di dunia nyata. Padahal di dunia maya saat mereka chatting dan free calling sekalipun komunikasi terjadi dengan lancar. Mengapa hal seperti ini dapat terjadi? Salah satu sebabnya adalah mungkin orang yang saling berkenalan ini gugup atau sifat aslinya adalah pemalu jika bertemu secara tatap muka. Namun, di dunia maya tidak terlihat sifat-sifat nya ini. Selain itu, pada saat bertemu di dunia nyata body appearance dan body behavior seseorang dapat berbeda dengan yang dia tampilkan di dunia maya. Tak hanya itu, berkenalan dengan stranger di dunia maya dapat memicu tindak kejahatan. Sering sekali kita mendengar kasus perkenalan seseorang dengan orang lain di Facebook yang berakhir tragis. Misalnya, mereka yang melakukan kejahatan adalah seorang psychopath, namun kita tidak bisa mendeteksinya sama sekali saat kita berinteraksi di dunia maya. Jadi kita harus waspada ketika berkenalan dengan seseorang di dunia maya. Juga, kita harus bijaksana saat membangun identitas nyata (real identity) dengan identitas virtual (virtual identity) kita. Karena memang tidak bisa dipungkiri setiap orang ingin terlihat positif di dunia maya, namun kita harus mempertimbangkan juga dampak yang akan ditimbulkan jika kita tidak menyelaraskan identitas nyata dan identitas.


Virtual Identity merupakan identitas maya, identitas yang sengaja dibuat untuk pemenuhan berbagai hal dalam dunia cyber. Perubahan tersebut membawa pada perbincangan bahwa realitas saja tidaklah cukup, perlu adanya sesuatu kemudahan, kecepatan, dan akses untuk pelbagai kebutuhan. karena dunia cyber memberikan kemudahan dan segala hal yang lain menjadi cepat, maka batas-batas dalam lingkup yang selama ini kita kenal seperti kultural, ideologi, kelas sosial, gender, usia, nasionalitas, agama, dan etnis sanggup terhapus  menurut (Budiman 2002 ) bahwa ketika dunia tidak lagi mengenal tanpa batas, ia menjadi semakin besar tapi sekaligus juga memudar.
            Cyberspace telah menciptakan perubahan yang mendasar tentang identitas. Sistem komunikasi di jembatani oleh komputer, dan hal tersebut telah melenyapkan batas-batas identitas itu sendiri di dalamnya. dalam arti lain menjadi orang yang berbeda-beda identitasnya di waktu yang bersamaan. menjadikan semacam kekacauan.
            Identitas yang akan mempengaruhi persepsi, pikiran, personalitas dan gaya hidup. bila semua orang bisa memakai identitas apapun, maka tidak ada lagi yang namanya identitas itu sendiri.
Virtual identity selain bisa muncul kasus penipuan juga bisa menjadikan orang yang pengecut, dengan tidak terlihatnya fisik alias bertatatap muka, mereka seenaknya membuat  kata-kata dalam kolom komentar dengan cercaan dan makian, padahal dia tidak berhubungan langsung akan hal tersebut, inilah yang membuat kegelisahan bangsa ini. Bukannya mendukung dan membantu.


CARA MANAJEMEN IDENTITAS DIRI KITA DALAM DUNIA MAYA

Manajemen identitas adalah proses organisasi untuk mengidentifikasi, mengotentikasi, dan mengotorisasi individu atau kelompok orang untuk memiliki akses ke aplikasi, sistem atau jaringan dengan mengaitkan hak-hak pengguna dan pembatasan identitas yang telah ditetapkan. Identitas yang dikelola juga dapat merujuk ke proses perangkat lunak yang membutuhkan akses ke sistem organisasi. Manajemen identitas mencangkup mengautentikasi pengguna dan menentukan apakah mereka diizinkan mengakses sistem tertentu. Manajemen ID bekerjasama dengan sitem manajeman akses identitas (sistem IAM). Manajemen identitas difokuskan pada otentikasi, sedangkan manajemen akses ditunjuk untuk otorisasi. Manajeman ID menentukan apakah pengguna memiliki akses ke sistem, tetapi juga menetapkan tingkat akses dan izin yang dimiliki pengguna pada sistem tertentu. Sebagai contoh, seorang pengguna mungkin diizinkan untuk mengakses suatu sistem tetapi dibatasi oleh beberapa komponen.
Tujuan utama manajemen identitas adalah untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang diotentikasi yang diberikan akses ke aplikasi, sistem, atau lingkungan TI tertentu yang untuknya mereka diotorisasi. Ini termasuk kontrol atas penyediaan pengguna dan proses orientasi pengguna baru seperti karyawan, mitra, klien dan pemangku kepentingan lainnya.
Singkatnya, kita dapat meringkas manajemen identitas digital dalam 5 tingkatan yang berbeda:

1. Manajemen
            Data Manajemen Data menentukan cara menyimpan, mengamankan, mengubah,   mengambil, dan mengarsipkan data tentang seseorang. Ini juga perlu menentukan cara menghapus informasi pribadi yang dapat diidentifikasi.
2. Otentikasi
            Pengguna memberikan bukti bahwa mereka adalah siapa yang mereka klaim. Contohnya adalah login melalui kata sandi, otentikasi perangkat atau 2-faktor, atau otentikasi pengguna biometrik melalui sidik jari atau pengenalan wajah.
3. Verifikasi
            Langkah verifikasi memeriksa apakah otentikasi dan bukti identitas yang diberikan valid, dan informasi yang diberikan benar dan sejalan dengan data yang disimpan sebelumnya.
4. Akses
Akses mengacu pada hak pengguna untuk mengakses akun mereka, dan hak pengguna atau pihak ketiga untuk mengakses informasi pribadi yang dapat diidentifikasi.
5. Antarmuka
Pengguna dapat berinteraksi dengan layanan dan akan melihat informasi yang relevan dengan dan ditargetkan pada profil penggunanya.

Faktor yang membentuk identitas digital
Konstruksi identitas digital dikondisikan oleh banyak faktor, di antaranya yang menonjol :
1.        Profil pribadi , Baik di jejaring sosial seperti: Facebook atau Instagram, media social profesional seperti LinkedIn, pencarian pekerjaan portal atau layanan online lainnya;
2.        Komentar yang dibuat di forum, blog, jejaring sosial, dll .
3.        Konten yang diunggah ke jaringan, baik: foto, video, presentasi, pos, dan lain-lain. Jaringan kontak dalam dunia digital: teman, kolega, pengikut, dan orang-orang yang kita ikuti.
4.        Alamat email , penggunaan yang berikan, dan seberapa terlihatnya.
5.        Layanan Pesan instan yang gunakan: Whatsapp, Telegram, Facebook, Messenger, Line.
6.        Nickname atau alias yang digunakan.
7.        Avatar yang  dipilih untuk profil.

Cara melakukan manajemen identitas dalam dunia maya, yaitu:
1. Menggunakan Nama Samaran atau Nama Asli
            Penggunaan nama samaran memudahkan kita untuk memisahkan penggunaan internet untuk keperluan pribadi dan profesional. Untuk keperluan pribadi, mungkin berkelana di internet dengan nama samaran. Sementara itu, untuk keperluan profesional dapat mengelola akun-akun dengan nama asli.
2.  Mengamankan Identitas Utama
     Karena mudahnya memperoleh akun surel (surat elektronik) gratis, banyak orang memiliki lebih dari satu akun surel. Karena surel merupakan akun dari utama setiap orang, sebaiknya lebih siaga dalam menjaga keamanannya. Google menyediakan autentikasi dwifaktor untuk mengamankan akun surelnya.
3. Penyebaran Identitas Digital                   
            Masalah jejaring sosial ini tidak hanya bagaimana memelihara privasi, tapi juga bagaimana mengonsolidasikan semua jejaring sosial ini ke dalam satu tempat. Dengan demikian orang lain dapat menemukan dengan mudah identitas digital kita. Sebaiknya mengonsolidasikan semua akun situs media sosial ini pada satu tempat saja.

Tantangan dalam manajemen identitas digital :
1. Kepercayaan dan Keamanan
     Orang cenderung tidak percaya pada organisasi atau pemerintah untuk melindungi informasi pribadi mereka. Di sisi lain, anonimitas kehadiran online membuatnya sangat sulit bagi penyedia layanan untuk mengidentifikasi pengguna dengan benar, yang dapat menjadi faktor risiko yang besar. Oleh karena itu penyedia perlu mengandalkan proses otentikasi yang biasanya rumit dan memakan waktu bagi pengguna, dan mahal untuk organisasi.
2. Persetujuan dan Kontrol
     Selain dari pelanggaran data, pengguna juga semakin khawatir tentang penggunaan data pribadi mereka.
3. Kepemilikan
     Mirip dengan kepercayaan dan persetujuan, kepemilikan adalah masalah utama bagi manajemen identitas digital. Siapa yang memiliki data pribadi? siapa yang memiliki informasi pribadi yang dapat diidentifikasi, dan siapa yang dapat mengambil manfaat darinya? Saat ini, banyak perusahaan internet seperti Google dan Facebook mendasarkan model bisnis mereka pada iklan. Selain mendapatkan akses ke layanan yang ditawarkan, pengguna akhir tidak mendapatkan manfaat apa pun dari data mereka dalam model ini. Terlepas dari pertanyaan yang lebih filosofis tentang kepemilikan data, solusi juga perlu memecahkan masalah teknis untuk melacak dan mengumpulkan nilai data ini secara efektif.
4. Pengalaman Pelanggan
     Berlawanan dengan identitas fisik, volume pengidentifikasi digital meningkat. Setiap pengguna harus mengelola banyak akun, login, dan lingkungan yang semuanya menyimpan beberapa informasi pribadi. Tetapi lingkungan itu jarang terhubung. Seperti Joseph Lubin dari Consensys baru-baru ini menyatakan di sebuah konferensi di Paris: “Internet tidak lengkap. Itu tidak memiliki konstruksi identitas". Hasilnya adalah banyak kredensial yang seringkali sulit dikelola pengguna. Survei terbaru menemukan bahwa 61% responden menggunakan kata sandi mereka di beberapa situs. Ini membutuhkan pengalaman pelanggan yang lebih baik dan solusi integrasi saluran.
5. Biaya dan kekokohan infrastruktur
    Sistem saat ini tidak cukup kuat untuk melindungi data dari dicuri oleh pihak ketiga. Selain sebagai risiko keamanan, penyimpanan pusat dari sejumlah besar informasi pribadi yang dapat diidentifikasi juga membawa harga besar biaya infrastruktur.

Cara untuk melindungi identitas digital, yaitu:
1. Tinjau izin dan kebijakan privasi yang telah Anda konfigurasikan di layanan internet tempat Anda berlangganan. Saat ini semua memungkinkan Anda untuk mengontrol apa yang ingin Anda terbitkan tentang Anda.
2. Pantau nama Anda secara teratur di Google untuk mengetahui apa yang diketahui tentang Anda.
3. Buat profil secara bertanggung jawab: analisis layanan online secara terperinci, bagaimana melindungi data pribadi pengguna.
4.  Cobalah untuk mendefinisikan gambar pribadi dan profesional.
5. Izinkan akses hanya kepada orang yang Anda anggap dapat dipercaya untuk mengontrol jangkauan publikasi Anda.
6. Log out dari profil Anda di akhir, untuk mencegah akses tidak sah.
7. Berhati-hatilah saat menerbitkan informasi atau pendapat tentang pihak ketiga.
8. Ikuti langkah-langkah keamanan siber dasar seperti: buat kata sandi aman dan lindungi dengan benar, hindari menggunakan data pribadi di jaringan Wi-Fi publik atau gunakan email secara bertanggung jawab.

Kesimpulan
Dunia maya itu adalah dunia yang tidak sebenarnya, dunia ini merupakan tempat dimana untuk berinteraksi langsung secara online. Virtual identity merupakan identitas virtual dari individu maupun kelompok di dalam dunia maya. Manajemen identitas adalah proses organisasi untuk mengidentifikasi, mengotentikasi, dan mengotorisasi individu atau kelompok orang untuk memiliki akses ke aplikasi, sistem atau jaringan dengan mengaitkan hak-hak pengguna dan pembatasan identitas yang telah ditetapkan. Penyalahgunaan visual identity terjadi karena ketidaksadaran manusia sebagai mahkluk realitas dalam dunia non-realitas yang membuatnya masuk kedalam dunia metafisik, sehingga penyalahgunaan virtual identity sering terjadi. Salah satu jenis penyalahgunaan yang terjadi dalam virtual identity adalah terciptanya kepribadian ganda dalam ruang lingkup virtual, dimana batasan-batasan identitas telah lenyap dan mengakibatkan hilangnya identitas itu sendiri.
Sudah seharusnya kita patut waspada dan berhati-hati dalam menggunakan dunia maya terutama dalam ranah virtual identity yang kedepannya dapat dipertanggungjawabkan baik secara moral dan norma yang berlaku.



Daftar Pustaka

Ayun, P.Q. 2015. Fenomena Remaja Menggunakan Media Sosial dalam Membentuk Identitas. Jurnal Komunikasi. 3(2): 1-16
Choiri, B. 2016. Dampak negative virtual identity/identitas dunia maya. https://www.kompasiana.com/buztac/573aba1e2c7a617907754d78/dampak-negatif-virtual-identity-identitas-dunia-maya?page=all (31 Maret 2020).
Gericke, M. 2018. Blockchain For Digital Identity Management. http://scrypt.media/2018/10/02/blockchain-digital-identity-management/ (Diakses pada 8 Mei 2020).
Id.wikipedia.org. 2019. Identitas. https://id.wikipedia.org/wiki/Identitas#cite_note-3_ (Diakses pada 31 Maret 2020)
Id.wikipedia.org. 2019. Identitas maya. https://id.wikipedia.org/wiki/Identitas_maya (Diakses pada 31 Maret 2020)
Rangga, K. A. 2018. Real identity vs. virtual identity.            https://communication.binus.ac.id/2018/01/09/real-identity-vs-virtual-identity/ (Diakses pada 31 Maret 2020)
Stuart, Gail. W. & Laraia, Michele. T. 2005. Principles & Practice of Psychiatric    Nursing 8th Edition. Philadelphia:  Elsevier Mosby.
Sydnes team. 2018. Discover your digital identity and the best way to protect it. https://www.syneidis.com/protect-digital-identity/. (Diakses pada 7 Mei     2020)

Selasa, 07 April 2020

WHAT IS INTERNET?


APA ITU INTERNET?

Pengertian Internet
Internet singkatan dari Interconnected Network. Internet merupakan sebuah sistem komunikasi yang mampu menghubungkan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia. Internet adalah sebuah jaringan yang menghubungkan komputer satu sama lain yang menggunakan standar sistem global Transmission Control Protocol atau Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran sehingga kita bisa saling berkomunikasi, berinteraksi, dan saling bertukar informasi meski dalam jarak yang jauh.

Sejarah Internet
v  Pada tahun 1960-an Departemen Pertahanan Amerika Serikat melalui Advanced Research Projects Agency (ARPA) merintis sebuah sistem jaringan ARPANET. ARPANET merupakan cikal bakal dari internet.
v  Pada tahun 1980-an, internet mulai digunakan secara terbatas untuk menghubungkan beberapa universitas terkemuka di Amerika Serikat.
v  Protokol standar TCP/IP mulai diperkenalkan pada tahun 1982.
v  Sistem nama domain mulai digunakan pada tahun 1984.
v  National Science Foundation Network (NSFNET) dibangun pada tahun 1986 dan mulai meggantikan peran APRANET sebagai jaringan riset di Amerika Serikat. Beberapa jaringan internasional di berbagai negara mulai dibangun dan dihubungkan dengan NSFNET.
v  ARPANET dibubarkan pada tahun 1990. Namun, internet tetap terus berkembang hingga sekarang.
v  Awalnya informasi yang bisa diperolah melalui internet hanyalah informasi berbasis teks. Pada tahun 1990, layanan berbasis tampilan grafis yaitu World Wide Web (WWW) mulai dikembangkan oleh CERN.
v  Pada tahun 1993, InterNIC didirikan untuk melayani pendaftaran nama domain.
v  Sekitar tahun 1994, internet mulai digunakan di Indonesia.

Apa Saja yang Dapat Dilakukan dengan Internet?
Banyak hal yang dapat kita lakukan dengan internet. Kita dapat memperoleh data dan informasi dengan sangat mudah melalui internet. Kita dapat mengetahui berbagai kejadian di bagian dunia lain melalui internet. Kita juga dapat berkomunikasi dengan setiap orang di tempat lain melalui internet.
Adapun hal-hal yang umum dilakukan melalui internet adalah sebagai berikut :
v  Browsing atau surfing, yaitu kegiatan ‘berselancar’ di internet. Kegiatan ini dapat kita analogikan layaknya berjalan-jalan di sebuah mal sambil melihat-lihat ke dalam toko-toko tanpa membeli apa pun.
v  Searching yaitu kegiatan mencari data atau informasi tertentu di internet.
v  Kita dapat saling berkirim surat elektronik atau bisa disebut E-mail melalui internet.
v  Anda bersama teman-teman dapat bertukar surat atau pesan melalui Mailing List. Mailing List merupakan salah satu fasilitas untuk berdiskusi melalui e-mail.
v  Chatting yaitu kegiatan “ngobrol” atau  berkomunikasi dengan orang lain di internet.
v  Download adalah proses mengambil file dari komputer lain melalui internet ke komputer kita.
v  Upload adalah proses meletakkan file dari komputer kita ke komputer lain melalui internet.

Istilah-Istilah dalam Dunia Internet
WWW (World Wide Web) adalah suatu ruang informasi yang dipakai oleh pengenal global yang disebut Pengidentifikasi Sumber Seragam untuk mengenal pasti sumber daya berguna.  Sekelompok dokumen multimedia yang saling bertautan dengan menggunakan tautan hiperteks.
Http: // (http atau Hyper Text Transfer Protocol) adalah kode yang dituliskan pada awal situs, untuk menjelaskan pada program webbrowser tentang protokol (antarmuka) yang digunakan adalah http.
Situs web (situs web) adalah halaman web yang saling berhubungan, berisikan kurmpulan informasi  yang disediakan oleh perorangan, kelompok, atau organisasi. Sebuah halaman  web merupakan berkas yang ditulis sebagai berkas teks biasa (plain text) yang diatur dan dikombinasikan sedemikian rupa dengan instruksi-instruksi berbasis HTML, atau XHTML, terkadang-kadang pula disisipi dengan sekelumit bahasa skrip. Berkas tersebut kemudian diterjemahkan oleh peramban web dan ditampilkan seperti layaknya sebuah halaman pada monitor komputer.  Halaman- halaman web tersebut diakses oleh pengguna melalui protokol komunikasi jaringan yang disebut dengan HTTP.
Webmaster adalah seorang yang bertanggung jawab untuk membuat dan memelihara situs web yang bersangkutan..
Hosting adalah space atau tempat di internet yang kita gunakan untuk menyimpan data-data situs kita.  Entah itu situs perusahaan, situs pribadi, situs blog, dan lain sebagainya. Setiap situs yang ingin kita onlinekan sehingga banyak orang bisa mengaksesnya, harus disimpan pada suatu host.
Domain adalah nama situs anda yang unik di dunia internet.  Unik disini berarti nama situs anda hanya andalah pemiliknya di internet.  Contohnya google.com.  Apakah ada situs lain selain google yang disebut sama?  Tentu saja tidak ada, Nama google di internet hanya satu.
Browser web adalah program komputer yang digunakan untuk menampilkan halaman webpage.  Contoh browser web: Mozila Firefox, Google Crhome, Opera, netscape navigator, internet explorer, dan lain-lain.
Chatting adalah istilah yang khusus digunakan untuk melakukan interaksi di program chat.
Email adalah atau electronic mail atau surat elektronik adalah sebuah program yang diterapkan dalam sebuah jaringan komputer (termasuk internet) yang digunakan oleh user untuk mengirim pesan dalam bentuk tulisan (ketik) atau gambar
Untuk pengguna lain di dalam di luar jaringan komputer tersebut.  Pengguna dapat menerima (menerima email), membalas (membalas email), dan mengembalikan (meneruskan email) kepada pengguna lain.
Login adalah otorisasi yang dilakukan oleh seorang user dengan memasukkan username dan password ke halaman web admin atau surat elektronik (email).
Download adalah proses pengambilan / unduh file atau transfer file dari suatu situs web internet ke media penyimpanan yang ada di komputer client yang dipakai oleh user.
Upload adalah proses transfer file dari media penyimpanan yang ada di komputer Client ke server yang ada di internet.
FTP (file transfer protocol) adalah protokol (antarmuka) yang digunakan untuk men-transfer, mengirim atau menerima file dari internet.
Server adalah sebuah komputer yang bertugas melayani pembagian serta pengolahan informasi yang diperlukan oleh Klien.  Server biasanya di kendalikan oleh seorang admin.
ISP (Internet Service Provider) adalah lembaga/instansi/perusahaan yang menyediakan layanan penyedia jaringan internet.
Bandwidth adalah Besaran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dilewatkan dalam koneksi melaluisebuah network.
Modem adalah alat komunikasi tambahan yang digunakan oleh komputer agar bisa melakukan koneksi dengan jaringan komputer lain di internet.

Manfaat Internet
Manfaat internet secara umum adalah memberikan kemudahan bagi manusia dalam berbagai aktivitas. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari penggunaan internet:
1.     Komunikasi Lebih Cepat
Komunikasi antar individu di lokasi yang berbeda menjadi lebih mudah sejak adanya internet. Selain itu, biaya untuk proses komunikasi tersebut juga sangat murah ketika menggunakan internet.
Beberapa cara komunikasi yang sering dilakukan dengan memanfaatkan internet adalah: chatting, kirim email, media sosial, dan lain-lain.

2.     Menambah Wawasan dan Pengetahuan
Tidak ada lagi alasan kesulitan dalam mengakses ilmu pengetahuan karena hal itu dapat dilakukan dengan bantuan internet. Keberadaan berbagai situs yang menyajikan berbagai ilmu pengetahuan secara langsung akan menambah wawasan bagi para pengguna internet.
Misalnya, jika seseorang ingin belajar bahasa asing dengan mudah maka ada berbagai situs yang dapat digunakan secara gratis ataupun berbayar. Atau ketika seseorang ingin belajar bermain gitar dari seorang ahli dengan gratis, maka hal itu dapat dilakukan berkat internet, misalnya dengan menonton tutorial gitar di YouTube.

3.     Kemudahan Dalam Berbelanja
Konsumen online di Indonesia tumbuh begitu cepat. Ini adalah bukti bahwa internet memberikan kemudahan dalam hal berbelanja apapun secara cepat dan murah.
Dari sisi pengusaha, keberadaan internet tentunya membuat proses pengembangan usaha menjadi lebih mudah, cepat, dan murah. Jadi, tidak heran mengapa bisnis e-commerce di Indonesia berkembang pesat.

4.     Kemudahan Dalam Pemasaran Bisnis
Pelaku bisnis sudah seharusnya menggunakan internet sebagai media pemasaran. Ada beberapa kelebihan internet marketing dibandingkan pemasaran konvensional, diantaranya:
·         Biaya pemasaran cenderung lebih murah
·         Dapat membidik target market tertentu
·         Dapat menjangkau lebih banyak orang
·         Membangun brand lebih cepat
·         Dan lain-lain
Metode pemasaran online pun sangat beragam, sehingga para pengusaha tidak kehabisan ide untuk menjelajahi kemungkinan pemasaran terbaik bagi bisnisnya.
5.     Sarana Hiburan
Internet juga merupakan media yang sangat digemari sebagai wahana hiburan, terutama generasi milenia. Beberapa situs internet yang sering dijadikan sebagai tempat hiburan adalah YouTube.com, Facebook.com, Instagram.com, dan lain-lain. Berbagai konten di internet dapat menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.

6.     Kemudahan Dalam Mencari Informasi
Kemudahan dalam mencari berbagai informasi di internet juga menjadi manfaat yang sangat dirasakan masyarakat sekarang ini. Contohnya, ketika seorang pencari kerja mencari lowongan pekerjaan, maka kita dapat membuka berbagai situs lowongan kerja yang ada di internet.

Kelebihan internet
·         Membantu dalam produktifitas kerja
·         Waktu lebih efisien
·         Dapat berkomunikasi
·         Dapat mempublikasi web
·         Menghemat Biaya
·         Menambah relasi kerjasama

Kekurangan internet
·         Kurang Efektif
·         Lodingnya sering lama atau kurang terkontrol
·         Tidak menggunakan etika dalam penggunaan internet
·         Terkadang sering kita jumpai informasi yang salah
·         Banyak situs yang tak pantas dilihat oleh anak dibawah umur





Daftar Pustaka

Anhar. 2016.  Panduan Bijak Belajar Internet Untuk Anak. Jakarta: Adamssein Media.
Idcloudhost.com. 2017. Pengertian dan perbedaan dari internet dan intranet. https://idcloudhost.com/pengertian-dan-perbedaan-dari-internet-dan-intranet/  (Diakses pada 16            Maret 2020)
Maxmanroe.com. 2018. Pengertian Internet: Definisi, Fungsi, Manfaat, dan Dampak Internet. https://www.maxmanroe.com/vid/teknologi/internet/pengertian-internet.html (Diakses pada 16 Maret 2020)
Ramadhan, A. 2007. Seri Pelajaran Komputer Internet dan Aplikasinya. Jakarta:  PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.
Smith, J. Tt. Kelbihan dan kelemahan dalam penggunaan internet sehari-hari. http://www.networkhunter.web.id/kelebihan-dan-kelemahan-dalam-penggunaan-internet-sehari-hari/ ( Diakses pada 16 Maret 2020)

Senin, 30 Maret 2020

Soal UAS Psikologi Kepribadian 1 | PTA 2018/2019 | Universitas Gunadarma

Dibawah ini merupakan soal UAS Psikologi Kepribadian 1, semoga membantu kawan-kawan dalam mencari soal untuk ujian, kenapa saya share karena Gunadarma biasanya jika UAS mengambil soal-soal dari tahun-tahun sebelumnya. 
Semangat UASnya !!!
Semoga membantu yaa, siapa tau ada yg keluar :)),
Semoga kelihatan yaa tulisan yang ada di foto dan jangan lupa untuk di koreksi lagi jawaban yang ada di foto karena belum tentu benar





















Minggu, 15 September 2019

Hubungan Metakognisi dengan Self-Regulated Learning (Kemandirian Belajar)


A.          Hubungan Metakognisi dengan Self-Regulated Learning (Kemandirian Belajar)
Pengaturan Diri dalam belajar atau Self-Regulated Learning disebut juga sebagai Kemandirian Belajar. Self-Regulated Learning atau SRL merupakan strategi pemanfaatan kognisi untuk mengatur perencanaan, monitoring, dan evaluasi kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Menurut Flavell, konsep metakognitif dibagi 2 yaitu:
·        Pengetahuan tentang kognisi (Knowledge about Cognition), atau metacognitive knowledge. Aspek pengetahuan ini mengacu pada pengetahuan individu tentang pemahaman kognitifnya sendiri. Pengentahuan ini berkembang sejalan dengan usai dan pengelaman seseorang. Kesadaran akan kemampuannya ini tidak dapat dijadikan garansi bawha siswa menjadi aktif dan menjadi pembelajar yang memiliki strategi.
·        Regulasi Metakognitif (Metacognitive Regulation). Regulasi ini mengarah pada mekanisme pengaturan diri seperti mengecek, merencanakan, memonitor, mengetes, merevisi dan mengevaluasi dari aktivitas pembelajar atau pemecahan masalah. SRL terjadi ketika pembelajar secara sistemati mengatur perilaku dan kognisinya mencapai tujuan belajar.
Dari hal ini dapat disimpulkan bahwa aspek yang kedua merupakan SRL dan mempunyai fungsi untuk melakukan mengecek, merencanakan, memonitor, mengetes, merevisi dan mengevaluasi kegiatan belajar atau pemecahan masalah.
Menurut Wolters 1993; Gordon and Braun, 1985 dalam Ajisuksmo 1996, SRL bukan hanyak aspek yang menari dan penting dari metakognisi, tetapi juga merupakan pusat inteligensi. SRL memainkan pernaan dalam banyak macam aktivitas kognitif.
Menurut Browns 1978m berpikir efisien yang ditandai oleh kemampuan mengecek, memonitor dan pengetasn yang realistik dalam definisi inteligensi terbaik. Sebagai contohn, penelintian yang dilakukan oleh Borkowski dan Turner pada tahun 1993. Hasil penelitian tersebut melaporkan cara belajar anak penderita gangguan mental, regular dan berbakat. Dilaporkan terdapat beberapa perbedaan dalam keterampilan metakognisi seperti: membuat keputusan diantara tiga macam anak-anak tersebut. Anak dengan gangguan mental tidak memiliki strategi yang sophiscated dan aktivitas pengaturan dalam prosesn belajar mereka. Sedangkan anak berbakat merelasisaikan ektevitas dari strategi dan menerapkan secara cepat dan juga mereka memodifikasi strategi berhadapan perubahan tuntutan tugas.
Menurut penelitian Kluve pada tahun 1987, perebedaan umur memengaruhi aktivitas regulasi. Anak-anak lebih muda terlihat menerapkan banyak strategi seperti anak-anak yang lebih tau. Namun, anak -anak lebih tua menggunakan operasi analisis dan membangun model secara lebih disbanding apa yang dikerjakan oleh yang lebih muda. Strategi belajar merupakan berbagai oeprasi mental yang digunakan memfasilitasi belajarnya.


B.           Pengaturan Diri dalam Belajar (Self-Regulated Learning/SRL)
Sebelum SRL diuraikan, ada pengaturan diri dalam tingkah laku yang perlu untuk diuraikan.
1.      Pengaturan Diri dalam Tingkah Laku
Franken menjelaskan para peneliti membuktikan intenions atau niat yang baik saja tidak cukup untuk mewujudkan tingkah laku. Niat yang baik harus diterjemahkan menjadi tindakan yaitu suatu proses yang tergantung pada pengealan kekuatan biologi pada satu sisi dan kekuatan belajar serta kognisi pada sisi yang lain. Teori pengaturan diri ini berasal dari teori kognisi social etentang tingkah laku.
Menurut Bandura, pengaturan diri meliputi 3 proses yaitu:
1)      Observasi diri. Sebelum mengubah tingkah laku pada diri, seorang individu harus menyadari tingkah lakunya terlebih dahulu. Kegiatan dalam hal ini yaitu memantau atau memonitor tingkah laku dirinya. Semakin sistematis individu memantau tingkah lakunya, maka semakin cepat individu sadar apa yang telah dilakukannya.
2)      Evaluasi diri. Setelah dilakukan observasi diri, selanjutnya adalah menentukan apakah tindakan yang dilakukan sesuai dengan standar pribadi individu tersebut. Standar ini berasal dari informasi yang diperoleh dari orang lain.
3)      Reaksi Diri. Ketika seseorang berhasil melakukan sesuatu, maka akan merasakan kepuasan dan sebaliknya. Reaksi ini dapat mengarahkan seorang individu untuk menetapkan tujuan yang lebih tinggi atau mengganti tujuan.
2.      Pengaturan Diri dalam Belajar menurut Pintrich dan DeGroot
Pintrich dan de Groot menjelaskan ada 3 komponen penting yang berkaitan dengan kegiatan belajar. Ketiga komponen tersebut adalah sebagai berikut:
1)      Strategi metakognisi individu untuk merencanakan, memantau dan memodifikasi kognisi mereka.
2)      Cara individu mengelola dan mengontrol usaha mereka dalam tugas-tugas akademik. Contohnya siswa yang tidak menyerah dan mampu menghindari gangguan, akan memungkinkan berprestasi lebih baik karena mempertahankan dorongan tugas-tugas tersebut.
3)      Strategi kognisi secara nyata digunakan individup untuk belajar, mengingat dan memahami. Startegi kognisi yang lebih baik seperti mengulang, mengelaborasi, dan mengorganisasikan materi ternyata membantu mendorong kegiatan kognisi dan menghasilkan prestasi yang lebih tinggi.
Hasil penelitian Paris, Lipson dan Wixson (1983), Pintrich (1989), Pintrich, Cross, Kozma, dan McKeachie (1986) menunjukkan pengetahuan mengenai strategi kognisi dan metakognisi tidak cukup untuk meningkatkan prestasi akademi, tetapi individu harus termotivasi untu menggunakan strategi.
3.      Pengaturan Diri dalam Belajar Menurut Zimmerman
Menurut Zimmerman, seorang individup menggunakan SRL bila individu tersebut memiliki strategi untuk mengaktifkan emtakognisi, motivasi dan tingkah laku dalam proses belajar. Dalam definisi Zimmerman, dapat diasumsikan pentingnya 3 elemen berikut:
1)      Strategi SRL merupakan tindakan dan proses yang diarahkan untuk menguasai informasi atau keterampilan yang meliputi cara, tujuan dan persepsi siswa yang bersifat instrumental. Strategi-strategi tersebut memanfaatkan metode-metode seperti mengatur dan mengubah informasi, self-consequating, pengulangan infomrasi serta penggunaan bantuan memori.
2)      Self-efficacy atau kemampuan diri mengacu pada kemampuan seseorang dalam mengatur dan melakukan tindakan yang dibutuhkan guna meraih kinerja keterampilan yang telah direnanakn untunk tugas-tugas tertentu.
3)      Tujuan-tujuan akademi, speerti nilai-nilai sosial, dan kesempatan kerja setelah lulus.
Dari elemen-elemen ini membuat seorang individup disebut self-regulated ketika individu tersebut tahu tujuan akademisnya dan persepsi atas kemampunya sendiri.
Selanjutnya Zimmerman menjelaskan dalam proses SRL terdapat tiga hal yang berpengaruh secara timbal balik yaitu, personal, lingkungan dan tingkah laku. Meski disebut berpengaruh secara timbal balik, tetapi tidak selalu simetris. Dalam suatu konteks pengaruh lingkungan dapat lebih kuat disbanding pengaruh lainnya.
4.      Pengaturan Diri dalam Belajar Menurut Vermunt.
Menurut Vermunt ada empat komponen penting dalam SRL:
1)      Strategi pemrosesan kognisi. Strategi ini merupakan aktivitas berpiki yang digunakan individu  untuk memroses isi materi yang dipelajari dan untuk mencapai tujuan belajar. Aktivitas berpikir tersebut diaragkan untuk mencapai hasil belajar.
2)      Strategi mengatur metakognisi yang diarahkan pada strategi pengaturan belajar. Strategi ini diarahkan demikian agar terwujudnya kondisi suatu tujuan belajar dapat tercapai, sehingga tidak diarahkan secara langsung pada hasil belajar.
3)      Model belajar secara mental. Model ini merupakan konsepsi yang utuh menyeluruh atau konsepsi dan miskonsepsi mengenai proses-proses belajar. Hal ini melibatkan konsepsi mengenai belajar, kegiatan-kegiatan berpikir, konsepsi mengenai diri sendiri, konsepsi mengenai tujuan-tujuan belajar, konsepsi mengeai belajar pada umumnya dan konsepsi mengenaipembagian tugas antara diri sendiri dan orang lain dalam proses belajar.
4)      Orientasi belajar merujuk kepada seluruh aspek atau ranah dari tujuan-utujuan pribadi yang ingin dicapai, niat, sikap, kekhawatiran individu yang berkaitan dengan kegiatan belajar.
Kajian Vermunt dalam penelitiannya mempunyai tiga tujuan:
1)      Untuk meningkatkan integrase konseptualisasi komponen-komponen belajar individu dan mengkaitkan aspek-aspek emtakognisi belajar seorang individu dengan strategi pemrosesan kognisi dan motivasi
2)      Untuk memperoleh pemahaman gejala atau fenomena pengaturan belajar
3)      Menguji stabilitas dari model belajar secara mental
5.      Pengaturan Diri dalam Belajar Menurut Purdie, Hattie, Douglas
Penelitian oleh Purdie dkk. tentang perbedaan konsepsi siswa SMP Australia dan Jepang dalam hal belajar dan SRL, menunjukkan bahwa walaupun terdapat perbedaan dalam konsepsi belajar namun strategi dalam konteks belajar yang digunakan siswa kedua negara tersebut sama. Siswa yang menggunakan SRL ternyata memiliki kemampuan untuk mengevaluasi kemajuan mereka untuk mencapai tujuan yang mereka tetapkan dan mengevaluasi tingkah laku sesuai hasil evaluasi yang telah dilakukan. Pembelajar tersebut menghasilkan dan mengarahkan pengalaman belajar mereka sendiri daripada bertidaksebagai respon atas control eksternal. Mereka memiliki inisiatif sendiri dengan menjalankan pilihan pribadi dan mengontrol cara yang dinginkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sendiri.
Model SRL menyatakan, faktor individu, lingkungan, dan tingkah laku merupakan faktor yang terpisah namun saling tergantung pada waktu siswa mengerjakan tugas akademik. Mengenai faktor individu yang memengaruhi belajar, teori social kognisi menekankan pada keyakinan akan kemampuan diri siswa. Keyakinan ini akan mempunyai pengaruh yang potensial terhadap penggunaan SRL dan sangat tergantung pada konsepsi belajar siswa. Sedangkan bagiaman seorang siswa memberikan makna pada kegiatan belajar dipengaruhi oleh lingkungan proses belajar.

Senin, 05 Agustus 2019

PENALARAN

Di bawah ini merupakan tugas kelompok saya bersama teman kelompok ketika melakukan presentasi pelajaran Bahasa Indonesia


Jumat, 02 Agustus 2019

Pengantar Aplikasi Komputer 2 | Psikologi | Universitas Gunadarma

Di bawah ini merupakan soal Ujian Akhir Semester ATA 2017/2018 mata kuliah Pengantar Aplikasi Komputer 2 Jurusan Psikologi Universita Gunadarma

Semoga membantu teman-teman dalam belajar menghadapi ujian akhir :)) hanya sebagai referensi soal yaa.

mohon maaf ada perubahan jawaban, 
No. 14 B
No. 38 B
jika terdapat jawaban yang berbeda, bisa komentar di bawah yaa, biar di koreksi bersama karena kesempurnaan hanya milik Tuhan :))

terima kasih.....









Soal UAS Psikoterapi PTA 2021/2022 | Universitas Gunadarma

Di bawah ini adalah soal UAS Psikoterapi PTA 2021/2022, yang dilaksanakan pada tanggal 9 februari 2022. Untuk referensi teman-teman dalam me...